fbpx

Saat Entrepreneur Mendaki Gunung

Naik Gunung

Kegiatan mendaki gunung hampir mirip dengan membangun usaha. Seru dan mengasyikkan! Ada gairah, semangat dan percaya diri, disamping juga kekhawatiran, tanda tanya dan sepercik rasa takut. Begitu juga bukan kalau kita memulai usaha baru?

Gairah terpacu karena ada keinginan untuk melakukan perjalanan yang menantang, di luar perjalanan biasa yang dilakukan banyak orang. Tidak semua orang mau melakukan kegiatan mendaki gunung; sama seperti memulai usaha sendiri dimana kita harus melepaskan kenyamanan bekerja menjadi pegawai yang menerima pendapatan pasti setiap akhir bulan.

Semangat berkobar dalam dada karena membayangkan keasyikan perjalanan, menguji daya tahan tubuh dan kekuatan otot dan tulang yang harus bekerja diluar ritme keseharian. Anda harus berjalan berjam-jam, bukan hitungan menit seperti sehari-hari.

Ini mirip dengan merintis usaha baru dimana setiap hari menjumpai berbagai tantangan — baik yang sudah terpikirkan maupun yang tak terbayangkan– yang menguji pikiran, tubuh dan jiwa kita yang biasa menerima tugas serta pekerjaan terstruktur atau terencana dari atasan. Tanpa semangat, kondisi ini dapat membuat Anda frustrasi.

Percaya diri sungguh dibutuhkan saat mendaki gunung. Kalau tidak, bagaimana Anda mau mencapai langkah demi langkah di medan yang semakin menanjak maupun semakin menurun? Terkadang kaki Anda harus melompat menyeberangi celah, atau perlahan meniti batuan yang hanya selebar kedua kaki Anda, atau menapaki medan pasir yang membuat kaki Anda maju satu langkah lalu melorot turun lima langkah.

Tanpa percaya diri maka kaki yang menopang tubuh Anda akan goyah, membuat pengambilan keputusan tertunda sehingga perjalanan pun terhenti. Jika Anda tidak percaya diri, saat cuaca memburuk dan kabut menutupi medan di depan Anda, semua menjadi menakutkan dan menyurutkan langkah maju Anda.

Demikian pula dalam memulai usaha baru, Anda membutuhkan percaya diri. Bekal apapun tidak akan pernah cukup, tidak pernah ada persiapan moril dan materil yang sempurna untuk memulai usaha baru. Yakinlah dengan melangkah penuh percaya diri –tentu selalu bersandar padaNya– maka tantangan dan kondisi di depan Anda niscaya menjadi hal yang mendorong perwujudan usaha Anda semakin baik dan maju.

Saat pendakian gunung terakhir di bulan April kemarin yaitu ke Gunung Ciremai (3078 mdpl), yang tertinggi di Jawa Barat, saya sempat merasa khawatir. Berkaca dari pengalaman mendaki gunung Merbabu di bulan Maret dimana kami terus menerus disiram hujan dari awal perjalanan hingga tiba di ketinggian 2400 mdpl, membuat saya khawatir terjadi juga pada pendakian Ciremai ini.

Keterangan cuaca dari sebuah aplikasi menyatakan akan ada hujan ringan tapi hanya sebentar, tidak menyurutkan kekhawatiran saya. Semua perlengkapan sudah aman terbungkus plastik, namun saya tetap merasa perlu membeli cover ransel anti air yang baru demi memastikan barang saya nanti takkan basah. Syukurlah, perjalanan dari awal hingga ke puncak Ciremai dan turun kembali ke basecamp berada dalam cuaca cerah bahkan terang bulan di malam hari. Tidak hujan sama sekali.

Usaha baru Anda pasti akan mengalami berbagai ‘cuaca’ yang bisa membuat khawatir. Kini Anda menghadapinya sendirian atau bersama satu-dua partner Anda; tidak ada boss atau atasan yang membantu Anda. Kekhawatiran tidak dapat mengatasi masalah atau mencari jalan keluar ini jangan menyurutkan langkah karena seperti halnya hujan sepanjang jalan menuju Gunung Merbabu, pada akhirnya saya mendapatkan pemandangan matahari terbit yang terindah di puncak gunung keesokan paginya.

Usaha baru Anda pasti akan mengalami berbagai ‘cuaca’ yang bisa membuat khawatir. Kini Anda menghadapinya sendirian atau bersama satu-dua partner Anda; tidak ada bos atau atasan yang membantu Anda. Kekhawatiran tidak dapat mengatasi masalah atau mencari jalan keluar ini jangan menyurutkan langkah karena seperti halnya hujan sepanjang jalan menuju Gunung Merbabu, pada akhirnya saya mendapatkan pemandangan matahari terbit yang terindah di puncak gunung keesokan paginya.

Saya belum pernah mendaki gunung Merbabu maupun Ciremai sebelumnya. Kendati sudah pernah mendaki gunung-gunung lain sebelumnya, tetap saja tanda tanya yang muncul di kepala saya adalah seperti apa medannya, cuacanya, vegetasinya, dan sebagainya. Saya mencari jalan keluar dengan bertanya pada teman-teman yang sudah pernah mendaki kesana, selain mencari lewat Google Search dan juga berbincang dengan penyelenggara perjalanan kami.

Meskipun bisnis baru Anda adalah sebuah hobi yang sudah lama Anda tekuni, misalnya kuliner, fashion atau olahraga, tetap saja tanda tanya itu akan menghantui apabila tidak segera diatasi. Gunakan network yang sudah terjalin dan buatlah jalinan teman yang baru, karena hal itulah yang menjadi ‘big data’ Anda di awal usaha. Berguru pada mereka yang sudah berpengalaman dalam jenis usaha Anda bukan hal yang tabu, apalagi di jaman berbagi seperti sekarang ini.
Di Estubizi Coworking Space setiap hari Senin beberapa profesional di bidang perbankan, marketing, SDM dan lain-lain meluangkan waktu untuk berbagi pada entrepreneur atau siapapun yang membutuhkan ilmu mereka. Gratis! Silakan gunakan kesempatan baik ini agar Anda dapat memotong proses panjang yang biasanya harus dijalani seorang pebisnis baru.

Saya suka sekali mendaki gunung dan sudah melakukannya sejak duduk di bangku kuliah. Hobi ini sempat terhenti lama karena kesibukan dalam pekerjaan juga karena harus memulihkan diri setelah mengalami patah kaki empat tahun yang lalu. Tanpa kejadian patah kaki saja saya tetap mempunyai rasa takut kalau hendak mendaki gunung, apalagi setelah tahu kemampuan kaki kiri saya yang menjadi terbatas.

Rasa takut adalah normal. Dengan demikian kita menjadi waspada, tidak sembarangan masuk lingkungan yang berbeda dengan lingkungan sehari-hari dan menjaga gerak langkah kita. Rasa takut ini tidak pernah berlebihan, karena saya tahu ada yang lebih berkuasa di atas segalanya.

Rasa takut ini juga dapat teratasi jika hati saya gembira. Pemandangan selama pendakian berupa kumpulan awan atau lampu-lampu kota yang terkadang lebih rendah dari kita, atau semak berbunga dan pepohonan tinggi yang perkasa, juga keindahan matahari terbenam dan matahari terbit mendatangkan rasa bahagia.

Kalau Anda menemukan rasa takut dalam membangun bisnis baru, bersyukurlah. Itu artinya Anda mempunyai kewaspadaan tinggi untuk menghadapi berbagai tantangan dan masalah yang akan datang. Hal terpenting adalah mengelola rasa takut tersebut agar menjadi pemacu semangat dan pantang menyerah dalam mewujudkan impian Anda.

Jalani proses tersebut sambil menikmati hal-hal yang tidak dapat Anda alami saat masih menjadi pegawai misalnya tidak perlu lagi bermacet-macet di jalan raya setiap pagi, tidak menerima telepon dari atasan pada hari libur, bisa cuti pada saat Anda membutuhkan, mendapatkan penghasilan pada saat pegawai kantoran sedang ‘bulan tua’, dan lain sebagainya.

Selamat membangun dan membesarkan bisnis baru Anda, semoga sampai di puncak gunung cita-cita Anda.

Lily G. Nababan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.