fbpx

Mengapa Kita Perlu Dukung Startup dan Entrepreneur Indonesia?

Bantu Startup?

Suatu hari di bulan November 2016, tujuh bulan setelah kami memulai Estubizi Coworking Space sebagai tempat kegiatan startup, kami tiga sahabat – Riki Rijadi, mendiang Andi Simatupang dan saya Benyamin Ruslan Naba – asyik berbincang di Estubizi Coworking Space.

Kami tergerak untuk melakukan sesuatu, giving back to the community, setelah kami ‘puas’ menjalani rentang waktu nan panjang dalam dunia karir di profesi kami masing-masing.

“Kita harus do something for our community,” ujar Riki sahabat saya sejak 15 tahun silam.

“Ya, sudah saatnya kita giving back to our people, kita bisa mengajar dan membagikan pengalaman kita,” kata Andi Simatupang menambahkan. Andi adalah sahabat saya sejak TK hingga SMA Kolese Kanisius.

“Kepada siapa kita akan berbagi, bro?” tanya saya.

Alhasil, kami akhirnya sepakat untuk berbagi kepada orang muda yang satu generasi dengan anak kami – Rangga, Nathan dan Nuelle. Kami akan mendedikasikan sisa hidup kami untuk mendukung startup dan entrepreneur, supaya mereka menjadi pebisnis yang tangguh.

Sejak itulah kami menyediakan diri untuk menjadi mentor sukarela bagi orang-orang muda, setiap hari Senin di Estubizi Coworking Space. Dan satu per satu teman-teman, kami ajak untuk bergabung menjadi Mentor Estubizi.

Kemudian lahirlah berbagai inisiatif yang mendukung ekosistem startup dan entrepreneur.

 

Estubizi Network: Platform Ekosistem Startup dan Entrepreneur Indonesia

Berawal ketika di penghujung 2017, saya mencoba menggali informasi mengenai database pelanggan Estubizi yang sudah kami mulai sejak 2009 dengan beragam layanan: private office, virtual office, meeting room, event space, dan program & event.

Dari tujuh ratusan pelanggan kami saat itu – freelancer, profesional, startup, entrepreneur, organisasi dan asosiasi – tercatat 50% saja yang masih aktif berlangganan di tempat kami.

Lalu kami mencoba mengevaluasi, mencari tahu mengenai alasan di balik kejadian ini. Tidak semua dapat kami telusuri, namun pada umumnya mereka menjawab bahwa bisnis mereka sedang menurun.

Ada yang menceritakan bahwa bisnis startup mereka belum berhasil memberikan solusi untuk para pelanggannya, sehingga mereka harus pivot, beralih ke bisnis lain. Ada pula yang mengatakan, “Proyek kami sudah selesai, pak. Dan kami belum mendapatkan proyek baru, jadi terpaksa kami tidak dapat menyambung sewa di Estubizi”. 

Juga ada beberapa pelanggan menceritakan bahwa usaha mereka tak dapat lagi bertahan karena jumlah pembelinya berkurang.

Singkat cerita, mereka merasa bisnisnya gagal alias belum berhasil. Dan menurut berbagai media di dalam maupun di luar negeri: ‘most startups fail’. Bahkan disebutkan tingkat kegagalannya bisa mencapai 95%.

Lalu saya berpikir, bila bisnis pelanggan kami belum berhasil, maka Misi Estubizi: “Membantu bisnis startup dan entrepreneur Indonesia agar lebih berhasil”, juga belum berhasil. Kami harus lakukan sesuatu untuk dapat lebih baik lagi dalam mewujudkan misi Estubizi.

Saya pun mulai berandai-andai, what if, mencari cara untuk dapat menolong mereka.

Bagaimana seandainya saya mengajak teman-teman saya untuk membantu usaha para pelanggan Estubizi? Mungkin ada pelanggan yang dapat tertolong penjualannya, atau teman saya dapat membantu mereka untuk dapat mengelola keuangan lebih baik. Atau membantu mereka agar lebih paham tentang aspek legal perjanjian kerja sama dengan mitranya. 

Untuk itu, saya mencoba menghubungi beberapa perusahaan yang mempunyai misi serupa Estubizi, mau membantu usaha startup dan entrepreneur UKM. Ternyata banyak orang baik. Terkumpul lebih dari 50 perusahaan yang bersedia bergotong royong membantu pelanggan kami.

Kemudian saya mengajak teman-teman kami untuk mau menjadi Mentor yang dapat membantu bisnis startup dan entrepreneur UKM tersebut. Alhasil, bergabunglah lebih dari 50 teman-teman yang bersedia menjadi Mentor secara probono (tidak dibayar). Gotong royong! Kolaborasi.

Wah, ini sungguh luar biasa! Untuk menolong sekitar 350 pelanggan Estubizi, akan dibantu oleh 50-an perusahaan dan 50+ Mentor. Ini benar-benar di luar dugaan saya tentang betapa besarnya antusiasme dari banyak ‘orang baik’ yang ingin membantu pelanggan Estubizi.

Kemudian saya juga mulai berpikir bahwa kegagalan membangun dan membesarkan usaha di tahap awal, tidak hanya dialami oleh para pelanggan Estubizi. Di luar sana, banyak juga orang yang mengalami kegagalan dalam berbisnis. Mereka pun perlu didukung. Mungkin platform digital akan bisa membantu banyak startup dan entrepreneur di seluruh Indonesia! Ya, betul! Platform digital akan dapat menjangkau lebih banyak orang.

Akhirnya, tanggal 08 Agustus 2018 kami memulai Estubizi Network: platform digital ekosistem startup dan entrepreneur Indonesia. Platform ini dapat menghubungkan para freelancer, startup, entrepreneur, mentor, inkubator, dan coworking space di seluruh Indonesia.

Tujuan Estubizi Network adalah menjadi platform edukasi Entrepreneurship dan jejaring bisnis agar dapat tumbuh bersama. Kami bertekad untuk mengurangi tingkat kegagalan startup dan entrepreneur Indonesia. Ingin membantu mereka lebih berhasil. Website-nya kami namakan: www.network.estubizi.com.

Dengan semangat kolaborasi, satu per satu teman penyedia konten saya hubungi. Ada DailySocial, Toffeedev, Gambaranbrand, Imooji, Excelloka, Dewaweb, Digital Pointer, Finansialku, dan MTarget. Kini sudah tersedia lebih dari 2.500 artikel dan 1.310 video yang kami kurasi untuk dimuat dalam platform Estubizi Network. Terima kasih teman-teman!

Selain itu, untuk kegiatan mentoring, kami menjalin kerja sama dengan MicroMentor Indonesia – www.micromentor.org, sebuah platform mentoring online yang sudah membantu entrepreneur di lebih dari 200 negara. Terima kasih MicroMentor Indonesia!

Sebuah babak baru Estubizi sudah dimulai, secara bertahap kami bertransformasi menjadi platform digital Estubizi Network, dan lahir sebelum era krisis pandemi.

Pengalaman membangun Estubizi dan platform Estubizi Network ini saya ceritakan dalam podcast Ngobrol Bisnis Bareng Panji Prabowo: Ep. 83 – Coworking Space dan Platform Edukasi Entrepreneurship

 

Estubizi Mendukung Program Edukasi Entrepreneurship

Kauffman Foundation, sebuah yayasan penggerak Entrepreneurship di Kansas, Amerika Serikat, mengatakan demikian: “Sebuah negara akan melaju pesat perekonomiannya apabila memiliki pendidikan berkualitas tinggi dan menebarkan semangat Entrepreneurship secara intensif”.

Sebuah pernyataan yang amat benar. Indonesia harus memiliki pendidikan berkualitas tinggi, selain melakukan berbagai inisiatif dan program untuk menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan.

Satya Nadella, CEO Microsoft, dalam bukunya ‘Hit Refresh’, mengungkapkan rumus persamaan sederhana:

∑ (Education + Innovation) × Intensity of Tech Use = Economic Growth

Edukasi ditambah Inovasi jika dikalikan dengan intensitas penggunaan teknologi yang tinggi, akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar.

Artinya, dalam abad digital ini, apabila terobosan teknologi dilakukan secara intensif, misalnya pada berbagai industri: agrikultur, kesehatan, keuangan, logistik, dan manufaktur, yang didukung dengan edukasi berkualitas tinggi dan inovasi, maka perekenomian dan produktivitas akan meningkat drastis.

Untuk membuat semuanya itu terjadi, tambah Satya Nadella, para pemimpin perlu memprioritaskan Entrepreneurship dalam berbagai langkah yang besar. 

Banyak pemimpin negara dan korporasi yang menyatakan pentingnya pendidikan berkualitas tinggi dan Entrepreneurship. Seperti pendapat Kauffman Foundation yang sering saya kutip. Dan saya percaya pada kekuatan mimpi yang besar dapat menggerakkan banyak orang baik, asalkan antusiasme yang besar itu harus diikuti dengan program-program nyata.

Itulah sebabnya mengapa Estubizi Network sangat antusias mendukung berbagai kegiatan edukasi kewirausahaan Indonesia.

Kami juga bersyukur karena selama 17 bulan Google Indonesia menggelar edukasi Google Gapura Digital di Estubizi Coworking Space. Tak kurang dari 5.000 pelaku bisnis UKM se-Jabodetabek pernah mengenyam pelatihan cara berbisnis secara digital. Saya dan beberapa teman juga terlibat sebagai fasilitator Google Gapura Digital sejak Mei 2017. Terima kasih kepada Kibar yang sudah memperkenalkan Google kepada Estubizi. Terima kasih Google Indonesia!

Kerapkali, setelah mengikuti pelatihan Google Gapura Digital, banyak entrepreneur UKM yang datang lagi ke Estubizi untuk melakukan mentoring bersama kami. Tentu saja kami sangat senang dapat berbincang-bincang lebih banyak dengan mereka, para pahlawan ekonomi Indonesia.

Dan dalam beberapa kali kesempatan, saya diajak oleh Kumpul, sebuah organisasi ecosystem builder, sebagai fasilitator, mengajar dalam program Gojek Wirausaha, kepada berbagai komunitas wirausaha di berbagai kecamatan di Jakarta, dan juga di Bangka, dan Belitung.

Di lain kesempatan, Estubizi mendukung Kumpul dalam pendampingan startup Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan Startup Weekend – sebuah komunitas edukasi entrepreneurship global yang diinisiasi Techstars, yang mengajarkan cara membangun startup dalam waktu 54 jam.

 

Inkubator EStartupLab dan Founder Program 

Kebiasaan mentoring di Estubizi Coworking Space akhirnya menjadi sebuah habit kami dan Mentor lainnya. Setiap Senin dan Selasa, ibarat dokter yang membuka praktik, kami menerima kedatangan banyak founder startup yang ingin ngobrol dan berdiskusi tentang startup mereka. Sebagian di antaranya, mengetahui kegiatan mentoring ini karena melihat postingan saya di LinkedIn. Serius, kegiatan mentoring ini sangat seru!

Berjumpa dengan banyak founder startup dan entrepreneur UKM, membuat kami semakin bersemangat untuk membantu mereka. Kadangkala kami merasa ‘sepi’ bila mereka tak bisa datang ke Estubizi. Bagi kami, merekalah sahabat-sahabat pemberani, yang ingin menyelesaikan banyak masalah yang dihadapi banyak orang. Selalu ada kisah seru yang mereka ceritakan, seperti tak ada habisnya.

Ada lagi permintaan mereka, agar Estubizi membuat pelatihan-pelatihan. Dan kami lakukan beberapa sesi yang diikuti banyak entrepreneur muda dengan semangat yang menyala-nyala.

Kebiasaan mentoring dan pelatihan ini kemudian menimbulkan gagasan untuk melahirkan sebuah inkubator bisnis di tahun 2019: EStartupLab, singkatan dari Estubizi Startup and Entrepreneur Lab. Sebuah laboratorium bisnis untuk membantu keberhasilan founder startup dan entrepreneur Indonesia. Tujuannya agar kami dapat lebih sistematis dan terstruktur dalam mendampingi mereka.

Mungkin ada perbedaan dalam pemahaman kami tentang istilah ‘Inkubator Bisnis’. Pada umumnya, inkubator hanya diberikan kepada para pebisnis pemula (ideation/creation). Semua peserta inkubasi adalah mereka yang baru atau ingin memulai usaha. Lalu menerima materi yang sama dan akhirnya lulus bersama-sama. Sampai akhirnya ada yang kemudian berhasil dan ada juga yang gagal membangun bisnisnya.

Jadi dalam kenyataannya, kegagalan selalu mengintai setiap tahap perjalanan seorang entrepreneur. Ia dapat gagal di saat awal, atau setelah jalan beberapa tahun atau bahkan setelah lama menjalankan usahanya. Diperlukan alternatif lain dalam pemikiran dan konsep ‘inkubator bisnis’ seperti itu, pikir saya.

Kami di Estubizi Network percaya bahwa edukasi Entrepreneurship perlu dilakukan secara komprehensif melalui metodologi Teaching +Sharing +Mentoring. Dan semuanya itu tidak harus berasal dari para Mentor. Bisa saja pengalaman dan pengetahuan berbisnis justru diperkaya oleh sharing founder lainnya. Dan ini pasti akan lebih efektif dan lebih praktikal.

Dengan metodologi Teaching +Sharing +Mentoring inilah, kami memulai Founder Program sejak Agustus 2019. Founder Program adalah ‘Sekolah Bisnis’ dengan pendekatan Startup Way. Sebuah alternatif edukasi Entrepreneurship selama enam minggu, setiap hari Senin hingga Kamis.

Saat tulisan ini dibuat, Founder Program sudah diselenggarakan untuk publik sebanyak 8 batch, 1 batch untuk korporasi, dan 2 batch untuk program Startup4Industry Kementerian Perindustrian. Kini Founder Program kami lakukan secara online agar dapat menjangkau para founder startup dan entrepreneur di berbagai pelosok di seluruh Indonesia.

Dan di masa pandemi 2020, kami memulai tiga inisiatif baru program eLearning (pembelajaran online) yaitu #AskYourMentor, #FounderLiveSeries dan #FounderTalk.

 

Mimpi Startup Campus 

Teman-teman, kami bersyukur mendapat kesempatan untuk berbagi kepada generasi muda Indonesia. Mimpi kami berikutnya, jika Tuhan berkenan, suatu saat kelak di Estubizi Network terwujud ‘Startup Campus’ dimana coworking space berpadu dengan inkubator, akselerator dan jejaring investor, untuk mendukung Indonesia menjadi Startup Nation.

Kami juga ingin mengajak kamu para profesional, entrepreneur, dan pemimpin korporasi, untuk ‘turun gunung’ bahu-membahu membantu banyak founder startup dan entrepreneur yang tersebar di seluruh Indonesia. Kamu bisa menjadi Mentor, Pengajar di Kelas Startup, atau menjadi Angel Investor.

Kepada pengelola korporasi, saya mengajak perusahaan Anda untuk mendukung orang muda dengan menjadi sponsor pemberi beasiswa bagi founder startup dan entrepreneur dari berbagai daerah di Indonesia. Anda bisa lakukan hal positif ini di banyak organisasi penggerak kewirausahaan.

Dan kepada teman-teman founder startup dan entrepreneur dimanapun kamu berada, saya juga mengajak kamu untuk terus berbagi kisah positif tentang perjalanan bisnis kamu, menyemangati banyak orang di masa sulit pandemi ini. Dan kita berkolaborasi bergandengan tangan untuk tumbuh bersama membuat #IndonesiaLebihBaik.

Kami senang mendengar kisah yang dialami Crisman Wise Patuan Silaban, CEO dan Founder Transfree yang berhasil membantu banyak mahasiswa dan pekerja di luar negeri untuk melakukan transfer dana.

Bagi siapa pun kamu yang tergerak dan terpanggil untuk mendukung ekosistem kewirausahaan Indonesia, dapat bergabung dalam platform Estubizi Network, gratis. Kamu dapat menikmati banyak tulisan dan video tentang startup dan entrepreneurship yang sudah kami kurasi.

Dan tidak tertutup kemungkinan, Estubizi Network juga dapat mendukung kegiatan Kampus Merdeka untuk memperkenalkan kepada mahasiswa ‘Sekolah Bisnis’ dengan pendekatan Startup Way.

Nelson Mandela mengajarkan: “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” Kita bisa mulai dari edukasi Entrepreneurship di negeri kita.

Semoga kegiatan ‘gotong royong’ yang terus bergulir dan bertumbuh ini, dapat memberi dampak buat banyak orang dan membantu perekonomian negeri kita lekas pulih, sebagaimana tertulis pada Visi Estubizi: “Menjadi perusahaan yang berhasil, menguntungkan dan bermanfaat bagi orang banyak”.

#estubizinetwork #founder #startup #entrepreneur #edukasi #entrepreneurship #kewirausahaan

Benyamin Ruslan Naba • entrepreneur, mentor dan coworking enthusiast