fbpx

Kamu Mau Jadi Entrepreneur? – #01

#BeraniBerbisnis telah menjadi hashtag Estubizi sejak awal berdiri.

Ajakan ini mungkin cukup ‘berbahaya’ karena faktanya menurut berbagai riset tentang Entrepreneurship, 95% bisnis itu gagal.

Namun bila ditanyakan kepada generasi muda Indonesia, banyak yang ingin jadi entrepreneur, baik membangun usaha startup atau bisnis UKM.

 

Ingin Cepat Kaya!

Suatu hari Sabtu di tahun 2019, kami kedatangan ‘tamu penting’, beberapa mahasiswa semester tiga dari President University, Cikarang.

Mereka diminta oleh dosennya untuk ke Jakarta mencari coworking space.

Karena tak banyak coworking space yang buka di hari Sabtu, akhirnya mereka bertandang ke Estubizi Coworking Space.

“Mengapa dosen minta kalian mengunjungi coworking space?”, tanya saya.

“Beliau ingin kami belajar tentang industri coworking space sebagai tempat kami bekerja nantinya, karena banyak generasi kami yang akan gunakan coworking space”, jawab seorang di antara mereka.

Sang dosen rupanya jeli melihat kebutuhan orang muda Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut saya mendengarkan banyak cerita seru mereka selain mereka ingin mendengarkan kisah industri coworking space dari saya.

Di sela pembicaraan, saya bertanya: “Siapa di antara kalian yang ingin menjadi entrepreneur atau membangun startup?”

Tujuh orang di antara sembilan mahasiswa tersebut memilih ingin menjadi entrepreneur atau startup. Berarti lebih dari 77%. Wow!

Langsung saya tanya mengapa mau jadi entrepreneur?

“Ingin lekas kaya!”, tukas seorang di antara mereka.

“Mau punya waktu yang merdeka, bebas atur-atur sendiri”, sergah yang lain.

“Ingin buka lapangan pekerjaan”, sahut temannya.

“Pengen punya startup unicorn!”, ujar seorang mahasiswa yang tampangnya pendiam.

Hebat! Mereka sudah punya ‘Why’ – mengapa mau jadi entrepreneur.

 

Berani Dropout Demi Bangun Startup

Di kesempatan lain, lima orang mahasiswa Binus datang ke Estubizi Coworking Space, dan saya tanyakan hal yang sama: “Apakah ada di antara kalian yang mau menjadi entrepreneur?”.

Semuanya mengangkat tangan. Luar biasa!

Pernah pula datang mahasiswa berdiskusi dengan saya, juga dari Binus, yang menceritakan betapa besar keinginannya untuk membangun startup. Padahal dia baru kuliah satu semester di program S2.

Dia memilih drop out untuk wujudkan keinginannya membangun startup bidang logistik.

Ketika saya bertanya mengapa ia tidak menunda hingga lulus S2, dia katakan begini: “Saya kuatir pak, bila nanti saya lulus baru berbisnis, kesempatannya hilang. Saya tak mau kehilangan momentum untuk membangun startup logistik yang akan ramai saat ini”.

Begitu yakinnya dia akan pendiriannya. Semoga saja di saat pandemi ini, bisnis startup logistiknya berhasil.

Saya sering bercerita kepada teman-teman muda, bahwa sekarang pilihan menjadi entrepreneur sudah menjadi pilihan karir.

Sama halnya jadi programmer, dokter, desainer, arsitek, atau atlet bulutangkis profesional.

Untuk itu harus pelajari ilmu Entrepreneurship. Kemudian dilatih hingga mahir, sebelum terjun sebagai Entrepreneur.

Bersambung …

#estubizinetwork